Abstract
Desa Teniga merupakan salah satu desa dengan potensi perkebunan kelapa di Kabupaten Lombok Utara. Pada saat ini, desa Teniga sendiri dihadapkan dengan permasalahan stunting. Menanggapi tantangan stunting yang menjadi masalah kesehatan signifikan di Desa Teniga, tim KKN-PMD dari Universitas Mataram melakukan proyek inovasi pemanfaatan "blondo" untuk membuat kue anti-stunting. Blondo merupakan sisa atau ampas dari minyak kelapa (masyarakat Lombok biasa menyebutnya dengan tai lale) yang kaya akan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral, menjadikannya salah satu bahan yang cocok untuk mencegah stunting. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat gizi blondo serta mendorong penggunaannya sebagai camilan harian guna meningkatkan gizi anak-anak. Program kerja ini mencakup edukasi gizi kepada masyarakat lokal, serta distribusi kue dan selebaran edukatif. Hal ini menunjukkan bagaimana sumber daya lokal dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mengatasi tantangan kesehatan masyarakat, serta mendorong solusi berkelanjutan di dalam komunitas yang ada di desa.