Abstract
Pengembangan apotek hidup di Desa Rembitan dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat akan kemandirian kesehatan melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga. Program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada obat-obatan kimia dengan menyediakan alternatif pengobatan herbal yang mudah diakses dan terjangkau. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif, melibatkan masyarakat dalam penanaman, perawatan, dan pemanfaatan tanaman obat seperti jahe, kunyit, serai, dan lidah buaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat Desa Rembitan mampu memanfaatkan tanaman obat untuk pengobatan berbagai penyakit seperti batuk, radang, dan masalah pencernaan, sekaligus melestarikan pengetahuan tradisional tentang herbal. Pemasangan poster edukasi di berbagai lokasi strategis berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program ini. Kesimpulannya, apotek hidup telah berkontribusi secara signifikan terhadap kemandirian kesehatan masyarakat Desa Rembitan.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2024 | 0 |