Abstract
Pulau Lombok merupakan wilayah dengan risiko tinggi gempa bumi karena terletak di zona subduksi lempeng tektonik. Rentetan gempa pada tahun 2018 menyebabkan dampak signifikan, termasuk kerusakan infrastruktur, korban jiwa, dan trauma psikologis masyarakat. Minimnya pemahaman masyarakat, khususnya pelajar, terkait mitigasi bencana menjadi salah satu penyebab tingginya kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa melalui program edukasi mitigasi bencana gempa di SMAN 2 Selong, Lombok Timur. Program ini mencakup pengenalan gempa bumi, tanda-tanda dan peringatan dini, prinsip konstruksi bangunan tahan gempa, langkah kesiapsiagaan, serta pemanfaatan media sosial dalam menghadapi bencana. Metode edukasi melibatkan penyampaian visual, diskusi, dan simulasi evakuasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap gempa bumi dan mitigasinya, serta antusiasme dalam mengikuti simulasi. Edukasi ini diharapkan dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menghadapi bencana, sekaligus meminimalisir risiko kerugian di masa depan. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi mitigasi bencana dalam kurikulum pendidikan di wilayah rawan gempa