Abstract
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama Kabupaten Lombok Tengah yang sebagian besar wilayahnya merupakan lahan kering. Namun, Indeks Pembangunan Manusia daerah ini tetap terendah kedua di NTB dan penduduk miskin tetap tinggi terutama akibat dari rendahnya produktivitas dan pendapatan pertanian lahan kering. Lahan kering terluas di Kecamatan Pujut yang merupakan tempat kedudukan KEK Mandalika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemiskinan petani tanaman pangan di desa penyangga KEK Mandalika. Jenis apenelitian dalah deskriptif, pengambilan data dengan teknik survei di Desa Sengkol, Desa Rembitan dan Desa Sukadana dan petani responden 45 orang. Hasil penelitian mengungkapkan besarnya pendapatan per kapita petani tanaman pangan sebesar Rp 4.592.057,14/kapita/tahun; setara beras 352,26 kg/kapita/tahun atau setara US$ 0,79/kapita/hari sehingga tergolong miskin berdasarkan kriteria Kemiskinan Sajogyo dan Kriteria Bank Dunia. Tingkat pendapatan per kapita tersebut hanya 15 % dari nilai Standar Upah Minimum Kabupaten Lombok Tengah.
Concepts :
SDGs
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2024 | 1 |