Psikologi Tokoh Utama dalam Cerita Rakyat Cupak Gurantang dan Bawang Merah Bawang Putih: Kajian Sastra Perbandingan

Authors : Baiq Alvi Ramdantia; Agusman Agusman; Saharudin Saharudin; Murahim Murahim
article cite 0 Year 2024
source: JENTERA Jurnal Kajian Sastra
Abstract

The folklore of Cupak Gurantang (CG) and Bawang Merah Bawang Putih (BMBP) was born and developed in the community and spread using everyday language. The folklore (CG) and (BMBP) tell about two brothers, but not siblings. Both stories have similarities in the characters and characterization in the story. This study aims to determine the similarities or differences in the classification of the emotions of the main characters in the folklore in terms of character psychology. The study approach used in the study is the study of literary psychology, Krech's classification theory and comparative literature studies. The data analysis technique used is the content analysis technique with the following steps: 1) identifying the emotions of the characters in the stories (CG) and (BMBP), 2) classifying the emotions of the characters based on the characterization of the characters in the story, 3) analyzing the emotions in the stories (CG) and (BMBP) by describing the data that has been obtained using David Krech's emotion classification theory, 4) comparing the emotions of the main characters in the stories (CG) and (BMBP). The results of the study show that the main characters in the folklore (CG) and (BMBP) have similarities and differences in emotions between characters. The characters Cupak and Bawang Merah have similar emotional classifications, namely anger, hatred and failure. The similarities in the emotions of the characters Cupak and Bawang Merah are due to the same character between the two. This is motivated by envy of their younger sibling and the luck that they never got. Thus, the envy that exists within them affects the psychological condition that they must have what their younger sibling has even though they have to do it in a cunning way. Meanwhile, the characters Gurantang and Bawang Putih have different emotions, but have the same character. The similarities in their characters are motivated by a life that demands them to be good and patient people. Abstrak Cerita rakyat Cupak Gurantang (CG) dan Bawang Merah Bawang Putih (BMBP) lahir dan berkembang di tengah-tengah masyarakat serta menyebar dengan menggunakan bahasa sehari-hari. Cerita rakyat (CG) dan (BMBP) menceritakan tentang dua orang bersaudara, namun bukan saudara kandung. Kedua cerita ini memiliki kemiripan pada tokoh dan penokohan dalam ceritanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan atau perbedaan klasifikasi emosi tokoh utama dalam cerita rakyat tersebut pada aspek psikologi tokoh. Pendekatan kajian yang digunakan dalam penelitian adaalah kajian psikologi sastra teori klasifikasi Krech dan kajian sastra banding. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi dengan langkah-langkah: 1) mengidentifikasi emosi tokoh dalam cerita (CG) dan (BMBP), 2) mengklasifikasikan emosi tokoh berdasarkan penokohan tokoh dalam cerita, 3) menganalisis emosi dalam cerita (CG) dan (BMBP) dengan mendeskripsikan data yang telah diperoleh menggunaakan teori klasfikasi emosi David Krech, 4) melakukan perbandingan emosi tokoh utama dalam cerita (CG) dan (BMBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama dalam cerita rakyat (CG) dan (BMBP) memiliki persamaan dan perbedaan emosi antar tokoh. Tokoh Cupak dan Bawang Merah memiliki persamaan klasifikasi emosi yaitu pada emosi marah, benci dan kegagalan. Persamaan emosi tokoh Cupak dan Bawang Merah dikarenakan watak antar keduanya yang sama. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh rasa iri hati terhadap sang adik dan keburuntungan yang tidak pernah mereka dapatkan. Dengan demikian, rasa iri hati yang terdapat dalam diri memengaruhi kondisi psikologis bahwa mereka harus memiliki seperti apa yang dimiliki oleh sang adik meski dengan cara licik agar mereka mendapatkannya. Sedangkan, pada tokoh Gurantang dengan Bawang Putih memiliki perbedaan emosi, tetapi memiliki watak yang sama. Kesamaan watak keduanya dilatarbelakangi oleh kehidupan yang menuntut mereka menjadi pribadi yang baik dan penyabar.


Concepts :
Linguistics and Language Analysis
Educational Methods and Media Use
Multimedia Learning Systems
article cite 0 Year 2024 source JENTERA Jurnal Kajian Sastra
Citations by Year
YearCount
2024 0