Abstract
Hipertensi merupakan kondisi medis yang mempengaruhi tekanan darah dan dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit stroke dan jantung. Hipertensi banyak diderita oleh masyarakat yang hidup di wilayah pesisir karena pola hidup yang tidak sehat serta mengonsumsi ikan asin berlebih. Kampung Melayu, merupakan salah satu daerah pesisir di Ampenan yang perlu diberikan sosialisasi peningkatan kesadaran dan pengetahuan terhadap penyakit hipertensi mengingat tingginya pasien hipertensi yang terdata di puskesmas Ampenan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat lansia di wilayah pesisir Kampung Melayu, Ampenan, dalam mengelola hipertensi secara mandiri. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah identifikasi masalah utama melalui metode Delbecq (non-scoring method), pengumpulan data melalui wawancara kuesioner dan observasi terhadap 70 partisipan. Intervensi masalah melalui penyuluhan poster dan pemeriksaan tensi darah serta analisis data secara univariat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa partisipan lebih banyak didominasi oleh perempuan 55 orang (79%) dan usia pertengahan (45-59 Tahun) 46 orang (66%). Hasil penelusuran kuesioner menunjukkan bahwa sebanyak 60 orang (86%) responden memiliki aktivitas yang fisik yang berat, 39 orang (56%) responden memiliki tingkat pengetahuan dan pengelolaan hipertensi yang baik, 42 orang (60%) diketahui sering mengonsumsi ikan asin dan ditemukan sebanyak 48 orang (69%) mengalami hipertensi. Animo masyarakat termasuk tinggi karena masyarakat menunjukkan ketertarikan besar terhadap materi yang disampaikan, terutama mengenai faktor risiko hipertensi dan cara menurunkannya melalui pola makan sehat. Penyebab tingginya tingkat penderita hipertensi di Kampung Melayu adalah kurangnya penyuluhan risiko hipertensi dan pengelolaan pola makan sehat.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |