Abstract
Penurunan kualitas ekosistem terumbu karang di kawasan perairan Gili Gede dapat menjadi salah satu indikasi rendahnya apresiasi masyarakat terhadap layanan dan jasa dari ekosistem terumbu karang tersebut. Karena masalah yang sering dihadapi oleh sumber daya alam adalah tidak dapat ditransaksikan di pasar seperti barang-barang umum lainnya sehingga tidak memiliki harga pasar, hal ini menyebabkan cara pandang masyarakat terhadap sumber daya pesisir dan laut khususnya ekosistem terumbu karang cenderung tidak bernilai. Cara paling jelas untuk mengukur nilai non–pasar adalah dengan menanyai individu secara langsung tentang kesediaan mereka untuk membayar suatu barang atau jasa. Penelitian ini melakukan valuasi nilai ekonomi dari ekosistem terumbu karang dengan teknik contingent valuation method (CVM) dengan mengukur kesediaan untuk membayar masyarakat. Lebih lanjut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi kesediaan untuk membayar dan mempengaruhi besaran nilai kesediaan untuk membayar masyarakat untuk ekosistem terumbu karang di kawasan perairan Gili Gede. Penentuan sample dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan pendekatan regresi logistik dan regresi linear berganda. Adapun hasil dari penelitian ini adalah rata–rata nilai WTP masyarakat adalah Rp. 7.257/orang pada skema mandatory dan Rp. 4.685/orang pada skema voluntary. Adapun kesediaan untuk membayar masyarakat untuk iuran konservasi terumbu karang di kawasan periaran Gili Gede dipengaruhi oleh faktor–faktor yaitu pendidikan dan kepedulian terhadap lingkungan, sedangkan dari sisi besaran nilai kesediaan membayar iuran konservasi dipengaruhi oleh faktor–faktor yaitu pendidikan, alamat dan kepedulian lingkungan.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2023 | 0 |