Abstract
Destinasi wisata Gili Trawangan di Nusa Tenggara Barat kini juga dikenal sebagai Pulau Pesta karena terdapat beragam hiburan malam yang dapat dinikmati oleh para wisatawan. Reggae menjadi salah satu musik popular dan seringkali dimainkan di tengah hiruk pikuk wisatawan. Penelitian ini berupaya untuk memahami bagaimana musik reggae yang identic dengan budaya, gerakan religi, aktivis sosial dan resistensi justru dimobilisasi menjadi sumber daya untuk memproduksi skena maupun pertunjukan musikal sebagai bentuk keterlibatan dalam pengembangan pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data utama diperoleh melalui hasil wawancara mendalam dengan 3 musisi reggae, pengelola bar dan wisatawan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa awal mula musik reggae di Gili Trawangan dipengaruhi oleh sosok Bob Marley, popularitas lagu Welcome to My Paradise dan suasana khas pulau kecil yang mendukung keterhubungan reggae dengan tempat kelahirannya di kepulauan karibia, Jamaika. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa pertumbuhan musik reggae sangat bergantung terhadap pemaknaan terhadap musik, penciptaan ruang ekspresi, karakteristik wisatawan dan strategi yang adaptif.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2024 | 1 |