Abstract
Fenomena toxic positivity, yakni dorongan berlebihan untuk mempertahankan pandangan positif di segala situasi, telah menjadi perhatian penting dalam kajian kesehatan mental. Studi ini bertujuan untuk memetakan evolusi penelitian tentang toxic positivity menggunakan analisis bibliometrik berbasis data dari Scopus. Dengan menggunakan perangkat VOSviewer, penelitian ini menganalisis tren publikasi, jaringan kolaborasi penulis, serta tema-tema utama yang berkembang dari waktu ke waktu. Hasilnya menunjukkan bahwa toxic positivity berkorelasi erat dengan isu-isu seperti tekanan emosional, kesehatan mental tenaga medis, budaya media sosial, dan upaya pengembangan intervensi alternatif seperti biofeedback. Selain itu, ditemukan bahwa penyebaran toxic positivity diperkuat oleh dinamika sosial di era digital, yang mendorong norma kebahagiaan palsu melalui platform daring. Studi ini menegaskan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam memahami toxic positivity dan menyerukan pengembangan strategi literasi emosional yang lebih inklusif dan berbasis empati dalam praktik kesehatan mental. Implikasi praktisnya mencakup perlunya perubahan pada tingkat individu, komunitas, dan institusi untuk mendukung ekspresi emosional yang sehat dan otentik.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |