Abstract
Teknologi laminasi merupakan salah satu upaya dalam mengatasi berbagai permasalahan akibat industri perkayuan mengalami kesulitan dalam mencari bahan baku untuk mendukung operasionalnya, selain itu pengembangan material ramah lingkungan sebagai bahan produk laminasi menjadi perhatian dalam bidang kontruksi. Penelitian ini akan menggunakan jenis kayu cepat tumbuh dengan bambu yaitu kayu rajumas (Duabanga moluccana) dan sengon (Albizia chinensis) serta bambu petung (Dendrocalamus asper). Pembuatan papan laminasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain jenis kayu, jenis perekat, berat labur perekat dan tekanan kempa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh jenis kombinasi kayu sengon dan rajumas dengan bambu petung serta pengaruh tekanan dan interaksinya terhadap sifat fisika dan mekanikanya. Rancangan percobaan yang digunakan rancangan faktorial dengan 2 faktor (tekanan kempa dan jenis kombinasi) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisika dan mekanika papan laminasi maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu pengujian kerapatan menunjukan jenis kombinasi kayu berpengaruh nyata sementara untuk tekanan kempa dan interaksinya tidak berpengaruh nyata. Pengujian kadar air menunjukan tekanan kempa berpengaruh nyata sementara jenis kombinasi kayu dan interaksinya tidak berpengaruh nyata. Pengujian pengembangan tebal menunjukan jenis kombinasi kayu dan interaksinya berpengaruh nyata sementara tekanan kempa tidak berpengaruh nyata. Pengujian penyusutan tebal menunjukan jenis kombinasi kayu, tekanan kempa dan interaksinya tidak berpengaruh nyata. Pengujian Modulus of Elasticity (MoE) menunjukan jenis kombinasi kayu, tekanan kempa dan interaksinya tidak berpengaruh nyata. Modulus of Rupture (MoR) menunjukan jenis kombinasi berpengaruh nyata sementara tekanan kempa dan interaksinya tidak berpengaruh nyata.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2024 | 0 |