Abstract
Studi ini mengeksplorasi potensi kearifan lokal sebagai pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam yang efektif. Kearifan lokal, yang mencakup pengetahuan serta praktik tradisional masyarakat, memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem yang ada. Penulis melakukan analisis mendalam terhadap berbagai praktik kearifan lokal di Nusa Tenggara Barat, seperti sistem awiq-awiq dan parewa, yang terbukti efektif dalam pengelolaan sumber daya hutan dan air. Praktik-praktik ini tidak hanya berfungsi untuk melindungi sumber daya alam, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal sebagai pengelola utama yang bertanggung jawab. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pengintegrasian kearifan lokal ke dalam kebijakan modern dapat meningkatkan keberlanjutan baik dari segi ekologis maupun sosial. Namun, tantangan seperti minimnya pengakuan formal terhadap pengetahuan tradisional dan dampak globalisasi harus diatasi dengan serius. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya dokumentasi dan promosi kearifan lokal sebagai bagian dari strategi pengelolaan sumber daya alam yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kearifan lokal diharapkan dapat menjadi solusi yang relevan dalam menghadapi tantangan lingkungan global yang semakin kompleks
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |