Abstract
Desa Jeruk Manis memiliki potensi agraris yang besar, terutama dalam sektor perkebunan jeruk Bali (Citrus maxima). Meskipun daging buahnya memiliki nilai ekonomi tinggi, kulit jeruk Bali sering kali menjadi limbah, padahal mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, antioksidan, dan serat pangan yang bermanfaat. Pemanfaatan kulit jeruk Bali sebagai bahan dasar pembuatan manisan dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat desa, khususnya bagi kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan kepada ibu rumah tangga dan UMKM Desa Jeruk Manis melalui sosialisasi dan praktik langsung pembuatan manisan. Proses pembuatan melibatkan beberapa tahapan, seperti pencucian, perendaman, perebusan, dan pengemasan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah kulit jeruk Bali menjadi produk bernilai jual tinggi. Produk manisan yang dihasilkan memiliki mutu sensoris yang baik dari segi rasa, tekstur, dan daya simpan, serta memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa. Selain itu, program ini berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan mendukung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah pertanian. Oleh karena itu, pemanfaatan kulit jeruk Bali menjadi manisan diharapkan dapat menjadi strategi pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan di Desa Jeruk Manis dan daerah lain dengan potensi serupa.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |