Abstract
Desa Lebah Sempage kaya akan hasil bumi, terutama dari perkebunan, pertanian, peternakan, dan keindahan alam. Salah satu produk yang dihasilkan adalah kripik jamur tiram, yang telah dibudidayakan sejak 2016 oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan memanfaatkan limbah serbuk kayu. Namun, jumlah pengolah jamur tiram semakin berkurang karena banyak yang memilih untuk menjualnya langsung ke pengepul. Untuk mengatasi hal ini, diadakan pelatihan berbasis partisipatif inovatif dengan tujuan memotivasi masyarakat agar lebih kreatif dalam mengolah hasil bumi, khususnya jamur tiram. Pelatihan ini berhasil merubah pola pikir, meningkatkan keterampilan, serta mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola produk jamur tiram.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |