Abstract
Menara Base Transceiver Station (BTS) sangat rentan di sambar petir. Sambaran petir adalah muatan listrik yang bergerak yang membangkitkan medan listrik dan medan magnet yang merupakan besaran vektor, serta membangkitkan tegangan induksi di sekitar menara. Semakin dekat dengan menara, nilai medan listrik, medan magnet dan tegangan induksi yang dibangkitkan semakin besar. Sebuah menara tinggi 49 meter di Kota Mataram berjarak 25 dan 300 m dari pemukiman penduduk dan fasilitas umum. Metabolisme makhluk hidup seperti peredaran darah, kerja syaraf, detak jantung, kerja paru-paru, pertumbuhan sel, pembelahan sel juga merupakan besaran vektor. Terpaparnya makhluk hidup dari medan listrik eksternal yang melebihi ambang batas yaitu 10 kV/m dapat mengganggu metabolisme mahluk hidup. Besaran dan arah vektor medan listrik akibat sambaran petir pada menara BTS yang diterima oleh mahluk hidup di sekitar menara sangat penting diketahui nilainya. Observasi menggunakan Hukum Gaya Coulomb beserta teori turunannya tentang medan listrik. Arus puncak petir di daerah tropis tertinggi dan terendah yaitu 10 dan 100 kA, frekuensi 200 kHz, intensitas medan listrik pada jarak 25 dan 300 meter masing-masing adalah 58,3; 584,5; 4,86 dan 48,716 kV/m. Hasil ini menunjukan jarak 25 m dari menara belum aman dari paparan nilai intensitas medan listrik.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |