Abstract
Kemiskinan masih menjadi masalah utama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Pada 2021, tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 10,14% atau sekitar 27,5 juta jiwa (BPS). Pengentasan kemiskinan menjadi tujuan utama dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Dua indikator penting dalam mengukur kemiskinan adalah pengeluaran per kapita dan rata-rata lama sekolah, yang dapat membantu dalam merumuskan kebijakan untuk mengurangi kemiskinan. Penelitian ini menganalisis hubungan antara rata-rata lama sekolah dan pengeluaran per kapita tahun 2023 menggunakan regresi nonparametrik, yaitu metode kernel dan spline. Hasil analisis regresi kernel menunjukkan bandwidth optimal 0,860 dan GCV minimal 0,574. Namun, metode spline truncated dengan satu knot terbaik, GCV minimal 0,5263514 pada orde 3, serta MSE terkecil 0,4097892 terbukti lebih akurat dalam menggambarkan hubungan antara kedua variabel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode spline truncated lebih unggul dalam memodelkan hubungan antara pengeluaran per kapita dan rata-rata lama sekolah, sehingga memberikan wawasan penting bagi kebijakan pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2024 | 1 |