Abstract
Penetapan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) zona pariwisata menyebabkan meningkatnya pembangunan dan operasional kegiatan wisata di wilayah tersebut. Hal ini memberikan berbagai dampak dan mengancam keberlanjutan ekosistem mangrove yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status tingkat keberlanjutan dan merumuskan strategi pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan di KEK Mandalika. Pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan mengacu pada empat dimensi yaitu ekologi, sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Berdasarkan keempat dimensi tersebut, dilakukan analisis status tingkat keberlanjutan dengan menggunakan Rapid Appraisal for Mangrove Ecosystem (Rap-MEcosystem). Berdasarkan hasil status tingkat keberlanjutan yang dihasilkan, disusun strategi pengelolaan dengan menggunakan analisis Interpretive Structural Modelling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara multidimensi nilai indeks keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove di KEK Mandalika yaitu 48,63. Nilai ini tergolong dalam kategori status kurang berkelanjutan. Status pengelolaan yang kurang berkelanjutan ini menunjukkan perlunya perhatian khusus pada ekosistem mangrove yang ada. Tiga strategi prioritas yang dapat dilakukan dalam pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan, yaitu mengikut sertakan masyarakat dalam pengembangan mangrove untuk kesejahteraan, melaksanakan rencana pengembangan ekonomi ekowisata mangrove yang telah ada pada masterplan, dan melakukan evaluasi monitoring secara berkala kondisi ekosistem mangrove. Pelaksanaan strategi-strategi konkret harus segera dilakukan untuk memastikan bahwa ekosistem mangrove akan tetap memberikan manfaat bagi lingkungan dan manusia, baik pada saat ini ataupun pada masa yang akan datang.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 1 |