Abstract
Artikel ini membahas antrean nasabah pada layanan teller Bank R di Provinsi NTB (Nusa Tenggara Barat). Antrean muncul karena adanya kebutuhan layanan melebihi kapasitas yang tersedia sehingga nasabah harus menunggu akibat keterbatasan pelayanan di bagian teller. Pada penelitian ini, analisis optimalisasi sistem antrean pada layanan teller menggunakan model antrean Multi Channel Single Phase menjadi tujuannya. Model antrean ini memiliki beberapa jalur masuk ke sistem pelayanan namun hanya satu fasilitas pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat intensitas pelayanan (rho) pada hari Senin hingga Jumat berturut-turut adalah 0.97, 0.98, 0.97, 0.70, dan 0.92. Karena rho<1, kondisi steady state terpenuhi. Dengan demikian, kinerja sistem antrean dapat dianggap optimal.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |