Abstract
Ikan nila merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi. Produksi ikan nila mengalami peningkatan dari 24,98% pada tahun 2018 menjadi 26,76% di tahun 2019, naik sebesar 7,11%. Dalam budidaya ikan nila, pakan menjadi faktor utama, namun harganya yang mahal mendorong pencarian pakan alternatif. Maggot menjadi solusi potensial karena harganya murah dan kandungan protein tinggi (40–50%) serta mengandung asam amino esensial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu: P1 (limbah rumah tangga), P2 (limbah buah-buahan), P3 (limbah ampas tahu), dan P4 (limbah kotoran ayam). Penetasan telur dilakukan di baskom dengan media pellet dan air lembap. Setelah larva berumur satu minggu, dipindahkan ke wadah kayu berisi limbah masing-masing sebanyak 2 kg. Proses pembesaran maggot berlangsung selama dua minggu. Maggot dipanen di usia tiga minggu, dikeringkan dengan cara disangrai, lalu digunakan sebagai pakan ikan. Pemeliharaan ikan nila dilakukan selama 45 hari dalam 12 container yang diaerasi, dengan pemberian pakan maggot tiga kali sehari. Kualitas air dicek setiap minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan bobot spesifik (SGR), panjang mutlak, laju pertumbuhan panjang spesifik (LPPS), dan kadar glukosa darah memberikan hasil signifikan. Namun, nilai FCR dan kelangsungan hidup (SR) tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Perlakuan terbaik diperoleh pada P1 (limbah rumah tangga) dengan bobot mutlak 11,42 g, SGR 1,67 %/hari, panjang mutlak 4,92 cm, LPPS 1,02 %/hari, FCR 1,9, kelangsungan hidup 84,44 %, dan glukosa darah 73,3 mg/dL.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |