Abstract
Kasus terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia tercatat semakin meningkat sehingga berbanding lurus dengan limbah masker medis yang semakin tak terkendali akibat penggunaan masker secara massal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat luas panen padi di Lombok mencapai 152.284 hektar menghasilkan limbah jerami yang tidak dimanfaatkan. Berdasarkan penelitian Chugtai dkk. (2020) limbah jerami terdiri atas 39,1% selulosa yang dapat dimanfaatkan sebagai mikrofilter masker dengan melewati beberapa tahapan, seperti: preparasi, delifipikasi, delignifikasi, bleaching, karakterisasi, dan pembuatan mikrofilter masker serta uji efektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi mikrofilter masker dari limbah jerami dan efektivitas mikrofilter jerami yang digunakan pada masker kain. Hasil yang di peroleh berupa selulosa dengan rendemen sebesar 14,7 % dengan karakterisasi struktur, morfologi dan topologi selulosa limbah jerami yang belum sepenuhnya terdegradasi dari lignin yang ditunjukkan oleh alat FTIR pada bilangan gelombang 1638,34 cm-1, 1648 cm-1, dan 1583,56 cm-1 menunjukan vibrasi ulur aromatik C=C pada lignin dan alat SEM pada perbesaran 3600 kali. Hasil uji efektivitas berdasarkan data uji filtrasi bakteri menunjukkan bahwa tingkat keefektifan mikrofilter masker sebesar 94% dan dibuktikan pula dengan data perbandingan uji filtrasi debu yang mengalami penurunan sebelum dan sesudah filtrasi
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |