Abstract
Pemeriksaan odontologi forensik memegang peranan penting dalam proses identifikasi jenazah, terutama dalam kasus kematian yang tidak wajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan standar nasional pemeriksaan odontologi dalam proses autopsi forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Nusa Tenggara Barat (RS Bhayangkara NTB) selama tahun 2022. Penelitian dilakukan dengan metode observasional deskriptif dan pendekatan cross-sectional terhadap tiga belas data rekam medik dalam bentuk surat Visum et Repertum (VeR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38,45% kasus telah memenuhi standar pemeriksaan odontologi dan penulisan surat VeR, sementara 61,55% sisanya belum sesuai, baik karena pencatatan yang tidak lengkap maupun tidak dilakukan sama sekali. Temuan ini menunjukkan adanya kekurangan dalam pelaksanaan pemeriksaan odontologi forensik, yang dapat berdampak pada validitas hasil autopsi sebagai alat bukti hukum. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan ketelitian dalam pencatatan VeR serta pencantuman odontogram untuk meningkatkan kualitas dan akurasi identifikasi jenazah di institusi forensik.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |