Abstract
Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) adalah tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Nanas digunakan sebagai obat sembelit, mual-mual, wasir, flu, anemia, gangguan saluran kemih, dan berbagai penyakit kulit. Selain itu, kulit nanas digunakan sebagai obat cacing. Kulit nanas memiliki banyak efek terapeutik, namun belum ada standardisasi farmakognostik terkait kulit nanas untuk verifikasi validitas dan efektivitas dari kulit nanas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi berbagai parameter farmakognostik, seperti organoleptik, botani, dan fisik dari kulit nanas. Penelitian ini melakukan uji organoleptik, mikroskopik, bobot jenis, pH, kadar sari larut air dan etanol, bilangan asam, dan fluoresensi. Penelitian ini menghasilkan organoleptik larutan kulit nanas berwarna kuning cokelat, bau khas nanas, dan rasa asam. Pengamatan mikroskopik ditemukan parenkim, berkas pembuluh, sel meristematik, hablur kalsium oksalat rafida, epidermis, sel batu, floem, dan serabut. Bobot jenis serbuk kulit nanas 1,04 g/mL. pH ekstrak pada konsentrasi 1% dan 10% berturut-turut adalah 5 dan 4. Kadar sari larut air dan etanol berturut-turt sebesar 7,4 ± 0,23% dan 5,3 ± 0,17%. Bilangan asam serbuk jus kulit nanas adalah 26,37 mgKOH/g. Serbuk jus kulit nanas berfluoresensi pada penambahan reagen DMSO, eter, H2O, asam asetat glasial, petroleum eter, kloroform, toluena, asam asetat, diklorometan, dan etil asetat.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |