Abstract
Permainan tradisional merupakan warisan budaya yang sarat akan nilai edukatif dan sosial, namun keberadaannya semakin terpinggirkan di tengah dominasi teknologi digital dalam kehidupan anak-anak. Masa anak usia dini merupakan fase kritis dalam perkembangan kognitif dan sosial, di mana stimulasi melalui pengalaman nyata dan interaksi sosial menjadi hal yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis literatur yang membahas penggunaan permainan tradisional sebagai media edukatif dalam pengembangan kognisi dan sosialisasi anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel yang diterbitkan pada rentang waktu 2015 hingga 2025 dari berbagai database seperti Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup fokus pada anak usia dini, penggunaan permainan tradisional, serta aspek perkembangan kognitif dan sosial. Dari 112 artikel yang ditemukan, 10 artikel terpilih untuk dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti congklak, engklek, gobak sodor, dan dakon berperan signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, kerja sama, komunikasi, dan empati anak. Permainan ini juga mendorong keterlibatan aktif anak dalam proses pembelajaran melalui pendekatan bermain sambil belajar. Meskipun demikian, hambatan implementasi masih ditemukan dalam bentuk kurangnya pemahaman guru dan keterbatasan waktu kurikulum. Oleh karena itu, integrasi permainan tradisional dalam kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini direkomendasikan untuk mendukung perkembangan holistik anak.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 1 |