Abstract
Mobilitas mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari sangat bergantung pada penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi utama. Namun, kebiasaan berkendara dalam jangka waktu lama tanpa memperhatikan aspek ergonomis dapat meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal pada mahasiswa pengguna sepeda motor serta memberikan rekomendasi ergonomis guna mencegah nyeri kronis. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif, di mana 20 mahasiswa Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Mataram dipilih secara acak menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) untuk mengevaluasi frekuensi dan intensitas nyeri pada berbagai bagian tubuh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bagian tubuh yang paling sering mengalami keluhan adalah punggung bawah (90%), diikuti oleh punggung atas (75%), pergelangan tangan (45%), dan pergelangan kaki (45%). Keluhan lain juga ditemukan pada leher (35%), sementara bagian siku, paha, dan lutut memiliki tingkat keluhan yang lebih rendah (masing-masing 10%). Berdasarkan hasil tersebut, intervensi ergonomis yang diusulkan mencakup edukasi mengenai postur berkendara yang benar, pemilihan kendaraan yang sesuai dengan antropometri pengguna, serta penerapan peregangan dan latihan fisik untuk mengurangi ketegangan otot. Selain itu, modifikasi kebiasaan berkendara dan penggunaan alat bantu ergonomis, seperti sabuk penyangga punggung dan sarung tangan, juga direkomendasikan sebagai upaya preventif. Dari hasil kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa keluhan muskuloskeletal pada mahasiswa pengguna sepeda motor dapat diminimalkan dengan penerapan strategi ergonomis yang tepat. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya postur berkendara yang baik serta mencegah dampak jangka panjang akibat nyeri muskuloskeletal.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |