Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha peternakan kambing di Kabupaten Lombok Tengah berdasarkan parameter biologis dan ekonomi. Data penelitian diperoleh melalui survei kuesioner yang dilakukan terhadap 30 peternak kambing dengan metode purposive sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan pendekatan finansial melalui Net Present Value (NPV), Benefit-Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR). Selanjutnya, tiga skenario usaha diuji, yaitu: (1) kondisi dasar, (2) peningkatan populasi awal sebesar 20%, dan (3) penerapan teknologi pengawetan pakan. Hasil menunjukkan bahwa seluruh skenario memberikan NPV negatif dan BCR < 1 pada tingkat diskonto 10%, menandakan usaha belum layak secara finansial dalam kondisi saat ini. Analisis sensitivitas mengindikasikan bahwa teknologi pakan berpotensi meningkatkan kelayakan apabila disertai penurunan biaya investasi atau peningkatan produktivitas lebih tinggi. Penurunan tingkat offtake menjadi 10–15% dan strategi peningkatan harga jual direkomendasikan untuk menjaga keberlanjutan populasi dan keuntungan. Temuan ini memberikan masukan bagi pengambil kebijakan dan pelaku usaha dalam mengembangkan usaha kambing yang berdaya saing. Kata Kunci: analisis finansial, BCR, IRR, kambing, lombok tengah, NPV.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |