Abstract
Rangkaian gempa Lombok Tahun 2018 yang menimbulkan kerugian jiwa dan bangunan yang sangat besar. Terdapat korban 460 orang meninggal dunia, 7.733 korban luka-luka, 417.529 orang mengungsi. Selain itu gempa juga merusak 71.962 unit rumah, 671 fasilitas pendidikan, 52 unit fasilitas kesehatan, 128 unit fasilitas peribadatan dan sarana infrastruktur seperti jalan, jembatan, saluran drainase, saluran irigasi, bendung dll tercatat mengalami kerusakan berat. Dalam perbaikan rumah, Pemerintah Pusat telah menganggarkan dana lebih dari 5,1 triliun Rupiah. Berdasarkan hasil investigasi lapangan ditemukan bahwa umumnya bangunan yang rusak berat (runtuh) adalah bangunan rumah tinggal dengan konstruksi dinding tembok dan sebagian besar menggunakan kolom dan balok beton bertulang. Hal ini dapat terjadi karena sistim konstruksi yang dilakukan oleh masyarakat dan terutama tukang tidak memenuhi ketentuan standar mutu beton dan penulangan. Untuk mencegah hal ini tidak terulang kembali, maka dipandang perlu untuk memberi penyuluhan tentang sistim konstruksi tulangan ringan yang memenuhi ketentuan konstruksi sehingga kekuatan bangunan dapat lebih tahan terhadap gempa.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |