Abstract
Pacoa Jara merupakan tradisi pacuan kuda khas masyarakat Bima, Nusa Tenggara Barat, yang memiliki nilai historis, sosial, dan simbolik yang tinggi. Tradisi ini unik karena melibatkan joki anak-anak dan dilakukan tanpa pelana, serta telah menjadi bagian penting dari identitas budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi potensi Pacoa Jara sebagai atraksi pariwisata budaya berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pacoa Jara tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat Bima, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan pelaku usaha lokal. Namun, pelestarian tradisi ini menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, isu keselamatan joki anak, dan risiko komersialisasi. Diperlukan strategi promosi, regulasi, dan pelibatan komunitas secara aktif agar Pacoa Jara dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pariwisata berbasis budaya.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |