Abstract
Urbanisasi yang terjadi di Kota Denpasar dipicu karena berbagai faktor baik berupa faktor pendorong yang meliputi kemiskinan, minimnya fasilitas di pedesaan, standar hidup yang rendah, dan terbatasnya lapangan pekerjaan, serta faktor penarik yang meliputi fasilitas kota Denpasar sebagai kota lengkap yang sangat memadai dan standar hidup yang tinggi. Denpasar kota metropolitan Bali, merupakan tempat strategis yang dekat dengan pusat keramaian bisnis, pemerintahan dan pendidikan. Selain itu, terdapat beberapa pasar tradisional yang dimanfaatkan sebagai pasar malam yang buka nonstop 24 jam yang menjadi tempat pencarian nafkah bagi para penduduk pendatang luar Bali. Hal ini secara langsung berpengaruh terhadap tingginya variasi nilai dalam kehidupan masyarakat sekitarnya. Terjadi perubahan sosial dalam bentuk perebutan sumber daya ekonomi. Pembangunan pasar tradisional oleh desa adat di masing-masing wilayahnya bertujuan memberikan kesempatan seluas-luasnya masyarakat lokal membangun kehidupan ekonominya dengan membuka usaha berjualan dipasar. Namun ironisnya sebagian besar kesempatan tersebut telah dimanfaatkan dengan cepat oleh para pendatang. Bahkan untuk membuka pasar malam seribu tenda usaha kuliner di malam hari. Banyak orang berpandangan bahwa bisnis kuliner tersebut belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Bali di sekitar, bahkan cenderung memarginalkan masyarakat setempat. Salah satu penyebabnya adalah 80% aset kuliner tersebut dimiliki oleh pendatang dari luar Bali.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2024 | 0 |