Abstract
Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor pariwisata nasional, termasuk pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi bagian integral dalam rantai pasok industri pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara komprehensif dampak pemangkasan anggaran terhadap pengembangan destinasi pariwisata serta keberlangsungan UMKM di sektor ini. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, yang didukung oleh data primer dari Focus Group Discussion (FGD) dengan pemangku kepentingan dan data sekunder dari dokumen kebijakan, publikasi resmi, serta laporan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hingga lebih dari 40% berdampak pada penurunan intensitas promosi, perlambatan pembangunan infrastruktur destinasi, serta terbatasnya program pengembangan masyarakat. Efek lanjutan dari kebijakan ini juga dirasakan oleh UMKM yang mengalami penurunan permintaan, pembatasan ekspansi pasar, dan risiko berkurangnya akses pembiayaan. Penurunan aktivitas pariwisata secara keseluruhan berdampak pada turunnya okupansi hotel, lesunya sektor transportasi, hingga berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini menyimpulkan bahwa efisiensi anggaran harus diimbangi dengan strategi adaptif melalui kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan community-based tourism agar sektor pariwisata tetap berkelanjutan di tengah keterbatasan fiskal.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |