Abstract
Kuliner tradisional merupakan bagian dari identitas budaya lokal yang memiliki potensi besar dalam mendukung pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana Pawon 21 Bonjeruk mengangkat filosofi kuliner tradisional ayam Merangkat dan sate Kuncung sebagai daya tarik wisata yang unggul dan berkelanjutan. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan etnografi serta teknik pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam. Hasil penelitian ini membahas pelestarian tradisi Merangkat dalam budaya pernikahan masyarakat Sasak melalui pendekatan wisata kuliner di Pawon 21 Bonjeruk. Tradisi Merangkat, yang bermakna simbolik sebagai bentuk penghormatan dan pengikatan komitmen dalam pernikahan, diwujudkan dalam bentuk kuliner khas seperti Ayam Merangkat dan Sate Kuncung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kuliner ini tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga sarat nilai filosofi yang disampaikan melalui penyajian dan narasi budaya. Strategi promosi melalui media sosial, festival tahunan, dan pengemasan wisata berbasis budaya turut berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, Pawon 21 juga mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |