Abstract
Statistik kematian merupakan salah satu indikator penting dalam kesehatan masyarakat karena memberikan gambaran tentang status kesehatan, beban penyakit, serta efektivitas sistem layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi penyebab kematian di RSUD Lombok Barat pada periode Januari–Mei 2024 menggunakan pendekatan Multiple Cause of Death (MCOD). Penelitian ini bersifat deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder dari Departemen Forensik dan Medikolegal rumah sakit. Sebanyak 300 kasus kematian dianalisis berdasarkan karakteristik demografi dan penyebab kematian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia 0–5 tahun memiliki angka kematian tertinggi (72 kasus, 24,0%), sementara usia 17–25 tahun memiliki angka terendah (14 kasus, 4,7%). Kematian lebih banyak terjadi pada laki-laki (146 kasus, 48,7%) dibandingkan perempuan (132 kasus, 44,0%). Penyebab langsung (1A) yang dominan adalah gagal napas (172 kasus, 57,3%). Faktor kontribusi utama meliputi hipoperfusi jaringan (106 kasus, 35,3%) dan hipoksia (104 kasus, 34,7%). Kondisi penyerta yang sering ditemukan adalah sindrom gawat napas neonatus (30 kasus, 10,0%). Temuan ini menegaskan bahwa penyakit terkait pernapasan masih menjadi penyumbang utama mortalitas di Lombok Barat, sehingga diperlukan peningkatan layanan perawatan kritis, penguatan sistem rujukan, serta pencegahan melalui layanan kesehatan primer.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2024 | 0 |