Abstract
Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dikenal sebagai salah satu daerah sentra produksi padi di Indonesia timur dengan potensi lahan irigasi yang luas. Namun, tantangan utama yang dihadapi petani adalah rendahnya efisiensi penggunaan air serta produktivitas yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi pertanian presisi dalam meningkatkan produktivitas padi sekaligus menghemat penggunaan air di lahan irigasi Kabupaten Dompu. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi lapangan dengan observasi, wawancara petani, serta analisis data sekunder dari Dinas Pertanian Dompu. Teknologi presisi yang diterapkan meliputi penggunaan sensor kelembaban tanah, sistem irigasi tetes terkontrol, dan aplikasi drone untuk pemetaan kebutuhan pupuk serta air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi presisi mampu mengurangi penggunaan air hingga 25–30% dibandingkan metode konvensional, sekaligus meningkatkan produktivitas padi rata-rata 15–20% per hektar. Selain itu, penerapan teknologi ini juga membantu petani dalam mengoptimalkan jadwal tanam dan meminimalisir risiko gagal panen akibat kekeringan. Temuan ini menegaskan pentingnya adopsi pertanian presisi di Kabupaten Dompu sebagai strategi menuju pertanian berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2024 | 0 |