Abstract
UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun masih banyak menghadapi permasalahan mendasar dalam aspek inovasi produk, pengemasan, dan pemasaran. Salah satu UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang adalah usaha makanan tradisional Kare-Kare yang diproduksi masyarakat Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Kare-Kare memiliki cita rasa khas yang digemari masyarakat lokal, namun belum mampu bersaing di pasar yang lebih luas akibat keterbatasan inovasi, desain kemasan sederhana, serta strategi pemasaran yang masih konvensional. Program pengabdian ini dirancang untuk menjawab permasalahan tersebut melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Mitra dilibatkan secara aktif mulai dari perencanaan, pelatihan, penerapan teknologi, hingga refleksi. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan inovasi produk untuk menghasilkan varian baru, desain ulang kemasan berbasis vakum sealer dengan label lengkap, serta pelatihan pemasaran digital menggunakan media sosial, marketplace, dan aplikasi bisnis bold. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kapasitas usaha mitra. Tercipta tiga varian baru Kare-Kare (original, red beludru, matcha), kemasan modern yang mampu memperpanjang umur simpan hingga tiga bulan, serta strategi pemasaran digital yang lebih efektif melalui pemanfaatan Instagram. Hal ini menegaskan bahwa pendampingan UMKM berbasis inovasi produk, modernisasi kemasan, dan strategi pemasaran digital tidak hanya memperkuat daya saing, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat desa.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |