Abstract
Perkembangan teknologi mendorong penerapan pembelajaran mandiri dan interaktif melalui media digital, salah satunya e-modul. E-modul dalam Pendidikan Konservasi berperan strategis dalam menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. Hasil wawancara guru dan peserta didik di MA Darul Aitam Jerowaru, belum tersedia bahan ajar pengayaan berbasis lokal, khususnya tentang keanekaragaman mangrove, dan guru belum memanfaatkan e-modul dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman mangrove di Ekowisata Bale Mangrove Poton Bako, mengetahui kelayakan e-modul sebagai bahan ajar pengayaan pada materi keanekaragaman hayati, dan mengetahui respon peserta didik terhadap pengembangan e-modul. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dibatasi tahap analisis, desain, dan pengembangan karena keterbatasan waktu dan biaya. Data keanekaragaman mangrove dikumpulkan secara eksploratif melalui jalur jelajah yang dimodifikasi dari metode line transect. Hasil eksplorasi menunjukkan terdapat enam spesies mangrove, yaitu Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Sonneratia alba, dan Sonneratia caseolaris. Hasil validasi pengembangan e-modul menunjukkan bahwa e-modul dinyatakan sangat layak dengan rata-rata persentase dari ahli materi 92%, ahli media 84%, ahli pembelajaran 92%, dan penilaian guru 87%. Hasil penilaian respon peserta didik terhadap e-modul mendapatkan rata-rata persentase sebesar 88%, dengan kategori 'sangat baik'. Respon peserta didik terhadap e-modul secara umum mendapatkan tanggapan yang positif. Kesimpulannya, e-modul pengayaan keanekaragaman mangrove di Ekowisata Bale Mangrove Poton Bako valid dan sangat layak digunakan sebagai bahan ajar pada tingkat SMA/MA.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |