Abstract
Kemampuan berpikir seperti pemrograman komputer, terutama berpikir algoritma, sangat membantu seseorang dalam memahami prinsip teknologi sehingga siswa dapat menguasai teknologi baru dengan cepat dan kritis menghadapi tantangan digital yang semakin kompleks. Kombinasi berpikir kritis dan komputasional membuat individu lebih siap beradaptasi dan berinovasi di dunia yang terus berubah dan dipenuhi teknologi digital. Oleh karena itu, kedua pola pikir ini penting untuk dilatih pada siswa, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan seperti Biologi yang kompleks dan membutuhkan kemampuan pemecahan masalah. Hasil wawancara dengan guru Biologi Harniwati di SMA Negeri 2 Pujut tahun 2024 menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih menggunakan papan tulis dan buku paket, sedangkan penggunaan media video jarang dan belum optimal karena keterbatasan LCD proyektor. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Problem Based Learning berbantuan video terhadap berpikir kritis dan komputasional pada materi sistem sirkulasi di SMA Negeri 2 Pujut. Penelitian menggunakan metode Quasi Eksperimental dengan desain Pretest-Posttest Control Group dan purposive sampling untuk pemilihan sampel. Uji normalitas dengan SPSS 25 menunjukkan nilai signifikansi posttes berpikir kritis kelas eksperimen sebesar 0,390 ? 0,05 dan kelas kontrol 0,260 ? 0,05, serta posttes berpikir komputasional untuk kelas eksperimen 0,251 ? 0,05, menunjukkan data normal. Uji normalitas kemampuan posttes berpikir komputasional kelas kontrol sebesar 0,43 ? 0,05 dikatakan normal. Uji homogenitas berpikir kritis kelas eksperimen 0,369 dan kelas kontrol 0,143 ? 0,05 menunjukkan data homogen. Hasil uji hipotesis Manova dengan Pillar’s Trace, Wilk’s Trace, Hotelling’s Trace, dan Roy’s Largest Root menunjukkan nilai signifikansi 0,04 < 0,05, artinya terdapat pengaruh Problem Based Learning berbantuan video terhadap berpikir kritis dan komputasional siswa Biologi di SMA Negeri 2 Pujut.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |