Abstract
Gaya belajar merupakan salah satu aspek penting yang memengaruhi efektivitas proses pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang menuntut kemampuan memahami konsep secara mendalam serta berpikir analitis. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya skor literasi sains siswa Indonesia menurut PISA 2022 dan hasil rapor pendidikan nasional yang menunjukkan kemampuan literasi siswa SMP masih pada kategori sedang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya belajar dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) dan metakognisi siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP Negeri 4 Jerowaru.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 74 siswa kelas VII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi angket gaya belajar berdasarkan teori DePorter dan Hernacki, tes HOTS berbasis indikator dari Ennis dan tes pilihan ganda kompleks metakognisi MAI (Metacognitive Awareness Inventory), yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson dan MANOVA, didahului oleh uji normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara gaya belajar dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Sig.(< 0,001) < ? (0,05)) dan metakognisi siswa (Sig.(< 0,001) < ? (0,05)). Korelasi gaya belajar dengan HOTS (r = 0,382) dan metakognisi (r = 0,386) menunjukkan hubungan positif sedang. Selain itu, uji multivariat (MANOVA) menunjukkan bahwa gaya belajar secara simultan berhubungan signifikan dengan kedua variabel terikat (Sig.(0,001) < ? (0,05)); PES = 0,172). Mayoritas siswa memiliki gaya belajar visual dan tingkat HOTS serta metakognisi pada kategori sedang. Temuan ini menegaskan pentingnya penyesuaian strategi pembelajaran berbasis gaya belajar untuk mengoptimalkan pengembangan HOTS dan metakognisi siswa. Implikasi penelitian ini adalah perlunya asesmen gaya belajar secara berkala serta pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang adaptif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA. Jadi, kesimpulan penelitian ini menemukan bahwa terdapat korelasi secara signifikan antara gaya belajar dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dan terdapat korelasi secara signifikan antara gaya belajar dengan metakognisi siswa pada mata pelajaran IPA. Hasil temuan ini menunjukkan pentingnya mengintegrasikan asesmen gaya belajar ke dalam perencanaan pembelajaran sebagai upaya strategis untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan metakognisi peserta didik.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |