Abstract
Emisi udara merupakan salah satu isu penting yang dapat berdampak secara langsung bagi kesehatan masyarakat. Semakin besar sumber emisi, semakin besar pula potensi paparan emisi yang dihasilkan. Permasalahan ini juga dihadapi oleh warga (mitra) di lingkungan Pesona Banyu Asri, Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat. Polusi udara yang dihasilkan dari banyak penjuru (empat sumber utama) di area sekitaran mitra (pengelolaan sampah di TPA Kebon Kongok, pemrosesan limbah plastik di BRIDA, pemrosesan sanpah menjadi biofuel, dan proses produksi gerabah di desa wisata Banyumulek) cukup tinggi, namun proses kuantifikasi dan karakterisasi emisi belum dilaksanakan/ dikaji secara detail. Oleh sebab itu, tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan solusi alternatif yang dapat memberikan peningkatan akan kesiapsiagaan warga terkait mitigasi kebencanaan emisi udara. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat difokuskan pada teknik PAR (participatory action research) terhadap peningkatan aspek sosial kemasyarakatan. Prioritas yang dilakukan adalah identifikasi permasalahan dan pemberian solusi alternatif terkait dampak paparan emisi udara akibat aktivitas sumber emisi di sekitar area mitra. Sistem manajemen udara berbasis IoT (Internet of Things) yang telah dikembangkan oleh tim pengabdian sebelumnya diimplementasikan secara langsung ke masyarakat, melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan, instalasi, dan penilaian akhir. Hasil proses pengabdian dapat ditunjukkan dari proses kuantifikasi data kuisioner, di mana terdapat peningkatan yang cukup signifikan antara sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian. Kesiapsiagaan masyarakat mitra meningkat 62% terkait kemampuan pemahaman mitigasi udara, baik dari segi pemahaman jenis-jenis emisi udara, sistem purifikasi udara, hingga operasional sistem manajemen udara berbasis IoT yang bermanfaat bagi mitra.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |