Abstract
Penggunaan agregat kasar alami dalam produksi beton secara besar-besaran dapat dihindarkan dengan menggunakan agregat kasar daur ulang sebagai pengganti penggunaan agregat alami. Namun penggunaan agregat kasar daur ulang umumnya dapat berpengaruh terhadap kualitas beton. Daerah interfacial transition zone (ITZ) yang berlebihan terbentuk akibat mortar lama yang masih melekat merupakan zona kontak terlemah pada beton agregat daur ulang. Penambahan polimer seperti Styrene Butadiene Rubber (SBR) ke dalam campuran beton agregat daur ulang diharapkan mampu meningkatkan kekuatan pada daerah tersebut. Penambahan kadar SBR sebesar 0%, 2.5%, 5%, dan 10% terhadap berat air campuran dilakukan untuk meninjau kinerja beton pada sifat fisik dan sifat mekanik beton. Agregat kasar yang digunakan berasal dari agregat kasar daur ulang metode Heating-Grinding-Acid Solvent (H-G-A). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton H-G-A dengan tambahan kadar SBR 5% memiliki kualitas lebih tinggi dibandingkan dengan beton agregat normal. Hasil ini disebabkan akibat SBR mampu mengisi celah ITZ sehingga daerah ITZ ini menjadi lebih padat.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |