Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model PhenoBL terintegrasi etnosains terhadap kemampuan literasi sains pada kompetensi menjelaskan fenomena secara ilmiah, mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah dan menafsirkan data dan bukti secara ilmiah pada materi suhu, kalor dan pemuaian. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 35 Medan dengan populasi seluruh siswa kelas VII. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling, maka kelas yang terpilih adalah kelas VII-5 dan VII-6 dengan total sebanyak 64 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument tes pilihan berganda yang berjumlah 30 soal. Data diolah secara deskriptif dengan IBM SPSS statistic 29 for windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest kelas eksperimen 30,40 dan kelas kontrol 29,78 serta rata-rata posttest kelas eksperimen 70,20 dan kelas kontrol 50,62. Uji t pada kompetensi menjelaskan fenomena secara ilmiah signifikansi 0,0090,05, kompetensi mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah signifikansi 0,0220,05 dan kompetensi menafsirkan data dan bukti secara ilmiah signifikansi 0,0430,05, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, artinya bahwa penerapan phenomenon based learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi sains siswa pada materi suhu, kalor dan pemuaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Phenomenon Based Learning terintegrasi etnosains secara signifikan terhadap kemampuan literasi sains siswa pada materi suhu, kalor dan pemuaian di kelas VII SMP Negeri 35 Medan T.P 2023/2024.
Concepts :
Access to Document
Open Access LinkSDGs
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2024 | 0 |