Abstract
Rendahnya kemampuan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, dan hasil belajar kognitif mahasiswa yang menjadi latar belakang penelitian ini. Berdasarkan latar belakang tersebut dibutuhkan inovasi yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, dan hasil belajar kognitif mahasiswa, salah satunya melalui pengembangan modul perkuliahan berbasis project based learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul perkuliahan berbasis project based learning berdasarkan analisis kebutuhan mahasiswa, merancang modul sesuai dengan analisis kebutuhan mahasiswa, mengetahui Tingkat kelayakan, serta mengetahui pengaruh modul perkuliahan berbasis project based learning terhadap kemampuan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, dan hasil belajar kognitif mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan RD, Model 4D (Define, Design, Development, dan Disseminate). Objek pada penelitian ini adalah kelas Pendidikan Biologi 2022 A Universitas Negeri Medan (kelas eksperimen) dengan menggunakan modul perkuliahan berbasis project based learning, kelas Pendidikan Biologi 2022 C Universitas Negeri Medan (kelas kontrol) dengan menggunakan sumber belajar konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, dan hasil belajar kognitif yang terdiri dari 20 soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data analisis kebutuhan mahasiswa menyatakan membutuhkan alternatif sumber belajar sebesar 91,9%. Tingkat kelayakan modul perkuliahan berbasis project based learning dari penilaian ahli materi mendapat kriteria “Sangat Layak” (96,87%), penilaian ahli pembelajaran mendapat kriteria Sangat Layak (97,72%)”, penilaian ahli desain mendapat kriteria “Sangat Layak” (88,46%). Data respon mahasiswa diperoleh respon positif dengan kriteria “Sangat Baik” (94,52%). Hasil uji N-gain kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen menunjukkan N-gain score sebesar 88,45 (Tinggi) sedangkan kelas kontrol sebesar 37,27 (Sedang). Hasil uji N-gain kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen N-gain score sebesar 87,14 (Tinggi) sedangkan kelas kontrol sebesar 47,85 (Sedang). Hasil uji N-gain hasil belajar kognitif kelas eksperimen N-gain score sebesar 86,95 (Tinggi) sedangkan kelas kontrol sebesar 47,52 (Sedang). Berdasarkan hasil uji N-gain dapat disimpulkan bahwa modul perkuliahan berbasis project based learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, dan hasil belajar kognitif mahasiswa