Abstract
Terasi merupakan produk fermentasi udang yang berisiko terkontaminasi mikroorganisme patogen, sehingga berpotensi menimbulkan foodborne diseases. Metode deteksi mikroorganisme patogen yang terbukti memiliki spesifisitas dan sensitivitas yang tinggi dalam mendeteksi keberadaan bakteri patogen secara langsung pada sampel makanan salah satunya adalah metode deteksi DNA dengan Polymerase Chain Reaction (PCR). Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri patogen khususnya Salmonella typhi pada produk terasi yang diproduksi oleh beberapa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lombok Timur menggunakan metode PCR. Sampel penelitian yang digunakan yaitu terasi kering padat blok dari tiga UMKM di Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DNA bakteri Salmonella typhi tidak terdeteksi pada seluruh sampel yang diuji. Hasil ini mengindikasikan bahwa terasi dari tiga UMKM di Lombok Timur tersebut telah memenuhi salah satu persyaratan mutu mikrobiologis terasi berdasarkan SNI 2716:2016 tentang terasi udang yaitu negatif cemaran Salmonella.