Abstract
Keterampilan berpikir kritis adalah kompetensi penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Guru memainkan peran penting dalam menumbuhkan keterampilan ini, yang memerlukan persiapan dan pemahaman yang memadai tentang strategi pembelajaran yang efektif. Penelitian ini menyelidiki kesiapan guru matematika pemula di Kota Mataram, Indonesia, untuk mengajarkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, melibatkan 23 guru pemula dengan pengalaman kurang dari lima tahun. Data dikumpulkan melalui tes yang menilai pengetahuan guru tentang konsep berpikir kritis dan kemampuan mereka untuk mengembangkan pertanyaan pendukung bagi siswa. Temuan mengungkapkan bahwa 52,17% guru pemula menunjukkan kesiapan yang sangat baik, sementara 30,43% menunjukkan kesiapan yang baik. Secara keseluruhan, 82,61% guru pemula memiliki setidaknya pengetahuan yang baik tentang implementasi berpikir kritis. Studi ini juga menemukan tren penurunan kesiapan di antara guru dengan pengalaman lebih lama, menyoroti perlunya pengembangan profesional yang berkelanjutan. Hasilnya menekankan pentingnya pelatihan yang ditargetkan untuk meningkatkan kemampuan guru untuk mengintegrasikan strategi berpikir kritis secara efektif ke dalam praktik pengajaran mereka. Temuan ini memberikan wawasan untuk merancang program pengembangan profesional yang mendukung guru pemula dalam mempromosikan keterampilan berpikir kritis siswa.