Abstract
Rantai pasok pangan di Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadapi berbagai tantangan, seperti infrastruktur transportasi yang kurang baik, biaya distribusi yang tinggi, dan kerugian pascapanen. Penelitian ini bertujuan merancang model matematis berbasis Linear Programming (LP) untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok pangan di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi pada infrastruktur transportasi, teknologi pascapanen, dan sistem informasi berbasis teknologi dapat secara signifikan menurunkan biaya distribusi hingga 15%, mengurangi kerugian pascapanen sebesar 25%, dan meningkatkan stabilitas harga pangan. Model ini memberikan solusi praktis untuk mengoptimalkan distribusi pangan dan mendukung kebijakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Concepts :
SDGs
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |