Abstract
Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia berdampak pada bertambahnya limbah ban bekas yang sulit terurai secara alami. Pemanfaatan limbah ini sebagai material konstruksi jalan sejalan dengan konsep reduce, reuse, recycle. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serbuk karet ban bekas sebagai substitusi agregat halus terhadap karakteristik Marshall dan parameter volumetrik campuran aspal emulsi dingin (CAED). Metode penelitian dilakukan dengan lima variasi kadar substitusi (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) yang diuji menggunakan Marshall Test untuk menentukan stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), serta parameter volumetrik (VIM, VMA, VFA). Penambahan karet hasil daur ulang ban bekas memengaruhi perilaku mekanistik campuran aspal. Hasil pengujian menunjukkan tren peningkatan VIM serta penurunan VMA dan VFA, dengan keseimbangan rongga optimal pada kadar 5–10%. Sifat elastomerik partikel karet meningkatkan kemampuan deformasi elastis, sehingga fleksibilitas campuran meningkat hingga kadar 5%. Pada kadar 10%, nilai flow menurun yang mengindikasikan peningkatan kekakuan atau stabilitas. Kadar yang lebih tinggi cenderung mengganggu kontinuitas matriks aspal dan menurunkan ikatan antar-agregat sesuai sifat viskoelastiknya. Dengan demikian, kadar 5% memberikan keseimbangan terbaik antara stabilitas, fleksibilitas, dan karakteristik void, sekaligus meningkatkan durabilitas campuran beraspal. Pemanfaatan material ini juga memberikan manfaat lingkungan melalui pengurangan limbah padat dan mendukung konsep pembangunan berkelanjutan di bidang perkerasan jalan. Penelitian lanjutan disarankan mencakup uji ketahanan terhadap air, evaluasi deformasi plastis akibat beban berulang, serta pengujian skala lapangan untuk memverifikasi kinerja dalam kondisi sebenarnya.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |