Abstract
Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada merupakan salah satu dari 9 kawasan konservasi perairan yang telah ditetapkan di Nusa Tenggara Barat. Pembentukan kawasan konservasi bertujuan untuk melestarikan dan melindungi sumber daya serta memberikan manfaat kepada masyarakat secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan. Masyarakat banyak memanfaatkan kawasan konservasi perairan dengan menjadi nelayan dan melakukan penangkapan ikan disalah satu zona yakni zona perikanan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan nelayan di Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada dan menganalisis faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pendapatan nelayan Kawasan Konsevasi Perairan Gita Nada Kabupaten Lombok Barat.. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif. Unit analisis penelitian ini adalah nelayan perikanan tangkap pada Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada di Kabupaten Lombok Barat. Teknik penentuan daerah sampel dilakukan secara Purposive Sampling yakni Desa Sekotong Barat, dengan pertimbangan bahwa Desa Sekotong Barat merupakan bagian dari Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada dan memiliki jumlah nelayan terbanyak. Penentuan responden menggunakan teknik Random Sampling yang terdiri dari 38 nelayan. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan usaha dan analisis Regresi Linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan nelayan di Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada adalah sebesar Rp 27.326.401 pertahun atau Rp 2.277.200 perbulan dan faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan nelayan adalah tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, produksi, harga ikan dan biaya produksi. Sedangkan faktor sosial ekonomi yang tidak berpengaruh adalah umur, pengalaman nelayan, kekuatan mesin perahu dan trip. Socioeconomic study of Fisherman in the Marine Protected Areas of Gili Tangkong Nanggu and Gili Sudak (Gita Nada) Abstract Gita Nada Marine Conservation Area is one of 9 marine conservation areas that have been designated in West Nusa Tenggara. The community makes extensive use of the marine conservation area by becoming fishermen and fishing in one of the zones, namely the sustainable fisheries zone. This study aims to analyze the income level of fishermen in the Gita Nada Marine Conservation Area and analyze the socio-economic factors that influence the income of fishermen in the Marine Conservation Area of Gita Nada, West Lombok Regency. The analysis method used is the descriptive method. The unit of analysis of this study is the capture fisherman in the Gita Nada Marine Conservation Area in West Lombok Regency. The technique for determining the sample area was carried out using the Purposive Method, namely West Sekotong Village, with the consideration that West Sekotong Village is part of the Gita Nada Marine Conservation Area and has the largest number of fishermen. Determination of respondents using the Purposive Sampling technique consisting of 38 fishermen. The types of data used are qualitative data and quantitative data with primary and secondary data sources. The data analysis used is business income analysis and Multiple Linear Regression Analysis. The results of the study show that, The income of fishermen in the Gita Nada Marine Conservation Areas is Rp 27,326,401 per year or Rp 2,277,200 per month (2) Socio-economic factors that have a significant effect on fishermen's income are education level, number of family members, production, fish prices and production costs. While socio-economic factors that do not have an effect are age, fishermen's experience, boat engine power and trips.