Analisis Pendapatan dan Pola Konsumsi Rumah Tangga Petani Berprevalensi Stunting di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah

Authors : Helmiatun Isnanda; Baiq Rika Ayu Febrilia; Candra Ayu
article cite 0 Year 2025
source: Empiricism Journal
Abstract

Wilayah sentra produksi pangan seperti Kecamatan Pujut di Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan paradoks dengan tingginya prevalensi stunting meskipun sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan ekonomi produktif, pendapatan, dan pola konsumsi rumah tangga petani berprevalensi stunting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan unit analisis berupa rumah tangga petani yang memiliki balita stunting. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive pada wilayah dengan angka stunting tertinggi, melibatkan 27 responden yang dipilih melalui metode quota sampling, masing-masing 14 responden di Desa Sengkol dan 13 responden di Desa Tanak Awu. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan pendapatan rumah tangga dan konsumsi per kapita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pendapatan rumah tangga petani berasal dari sektor pertanian dan non-pertanian. Rata-rata pendapatan bersih setelah konsumsi sebesar Rp 6.319.415,44 per tahun, menunjukkan kondisi ekonomi yang masih rentan. Pola konsumsi didominasi oleh beras, sementara konsumsi protein hewani dan sayuran/buah tergolong rendah. Ketidakberagaman konsumsi serta rendahnya pendapatan menjadi faktor utama tingginya angka stunting. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi peningkatan pendapatan dan edukasi gizi seimbang. Kebaruan studi ini terletak pada pendekatan simultan terhadap pendapatan dan konsumsi rumah tangga di wilayah sentra pangan yang belum banyak diteliti sebelumnya. Analysis of Income and Consumption Patterns of Farmers Households with Stunting Prevalence in Pujut District Central Lombok Regency Abstract Food-producing regions such as Pujut District in Central Lombok Regency present a paradox, where high stunting prevalence persists despite the majority of the population working as farmers. This study aims to analyze the productive economic activities, income levels, and consumption patterns of farmer households with stunting prevalence. A quantitative descriptive method was employed, with the unit of analysis being farmer households with stunted toddlers. The study area was selected purposively based on the highest stunting rates, involving 27 respondents chosen through quota sampling 14 from Sengkol Village and 13 from Tanak Awu Village. Data were collected through interviews and observations, and analyzed using household income and per capita consumption approaches. Results indicate that household income sources stem from both agricultural and non-agricultural sectors. The average net income after consumption was IDR 6,319,415.44 per year, reflecting economic vulnerability. Consumption patterns were dominated by rice, while intake of animal protein and fruits/vegetables remained low. Limited dietary diversity and low income were identified as key factors contributing to the high stunting prevalence. This study underscores the importance of income enhancement and balanced nutrition education. The novelty of this research lies in its simultaneous analysis of household income and consumption in a food-producing area with high stunting prevalence an aspect rarely explored in previous studies.


Concepts :
Child Nutrition and Water Access
Agricultural Development and Management
Food Security and Socioeconomic Dynamics
article cite 0 Year 2025 source Empiricism Journal
Citations by Year
YearCount
2025 0