Abstract
Penyakit infeksi karena mikroba patogen menjadi penyebab meningkatnya angka kesakitan dan kematian di dunia. Antibiotik diberikan untuk mengatasi infeksi, namun penggunaan yang salah menyebabkan resistensi antibiotik. Alternatif pengobatan dengan bahan alam seperti daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) perlu dipertimbangkan. Bahan alam mudah diperoleh dan terjangkau, serta dapat memberikan khasiat dengan efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan obat sintesis. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk menganalisis dan memberikan informasi mengenai hasil-hasil penelitian terkait aktivitas antibakteri serta kandungan senyawa ekstrak daun pegagan. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Literatur yang digunakan diterbitkan sepuluh tahun terakhir, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Hasil penelusuran literatur ekstrak daun pegagan terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri seperti Methicillin Resistant Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans, Staphylococcus aureus, Enterococcus faecalis, Streptococcus pyogenes, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Escherichia coli, Citrobacter freundii, dan Pseudomonas aeruginosa dengan kekuatan daya hambat yang bervariasi. Perbedaan hasil tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perbedaan konsentrasi ekstrak yang digunakan, perbedaan lokasi pengambilan sampel, serta jenis bakteri yang diujikan. Aktivitas antibakteri ini didukung dengan adanya senyawa metabolit yang terkandung dalam ekstrak seperti fenol, flavonoid, tanin, steroid, dan saponin. Senyawa-senyawa tersebut memiliki mekanisme yang berbeda terhadap bakteri patogen. Dengan demikian, daun pegagan memiliki potensi sebagai sumber agen antibakteri alami.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |