Abstract
Abses peritonsil atau quinsy merupakan infeksi leher dalam yang paling sering terjadi dan umunnva muncul sebagai komplikasi tonsilitis akut. Penyakit ini ditandai oleh akumulasi pus pada ruang peritonsil yang dapat menimbulkan odinofagia, trismus, demam, dan risiko obstruksi jalan napas yang mengancam jiwa. Permasalahan utama pada kondisi ini adalah keterlambatan diagnosis dan penatalaksanaan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi serius. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif definisi, epidemiologi, etiologi, anatomi, patofisiologi, manifestasi klinis, diagnosis, tatalaksana, komplikasi, dan prognosis abses peritonsil. Artikel ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis melalui penelusuran database ilmiah melalui PubMed, ScienceDirect Scopus, dan Google Scholar. Kriteria inklusi adalah artikel 10 tahun terakhir yang relevan dengan topik, dan data dikumpulkan dan dianalisis untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai penyakit ini. Hasil telaah menunjukkan bahwa abses peritonsil umumnya disebabkan oleh Streptococcus dan Staphylococcus aureus. Diagnosis ditegakkan secara klinis dan dikonfirmasi dengan aspirasi jarum sebagai gold standard, serta dapat diperkuat dengan ultrasonografi atau CT scan. Penatalaksanaan meliputi drainase abses, pemberian antibiotik, terapi suportif, dan tonsilektomi pada kasus tertentu. Kesimpulannya, abses peritonsil merupakan infeksi serius yang membutuhkan diagnosis dini serta penanganan yang cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi fatal dan meningkatkan prognosis pasien. Dengan pemahaman menyeluruh mengenai aspek klinis dan pilihan tatalaksana, tenaga kesehatan diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih tepat dan memberikan perawatan optimal bagi penderita.