Abstract
Kecamatan Soppeng Riaja merupakan salah satu wilayah yang pesisirnya sudah lama dimanfaatkan untuk budidaya udang. Sejak 2007 hingga saat ini, vaname (Litopenaeus vannamei) menjadi komoditas yang paling banyak dibudidayakan. Tantangan terbesar para pembudidaya dalam melakukan produksi udang adalah serangan penyakit. Penyakit pada udang menyebabkan penurunan kualitas udang dan bahkan kematian yang akhirnya berdampak pada kerugian ekonomi serta mempengaruhi keberlanjutan dari usaha budidaya udang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek ekologi berupa kondisi perairan dan daya dukung perairan berdasarkan kapasitasnya untuk menampung limbah untuk budidaya udang di Desa Lawallu, kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2023, menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, produksi udang vaname di Desa Lawallu terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Produktivitas yang dihasilkan pada tahun 2023 adalah 438 ton, dan masih berada di bawah produktivitas tambak lestari yang mampu mencapai 1008,9 ton/tahun. Meskipun produktivitasnya rendah, luas tambak udang di Desa Lawallu sudah mencapai 88,66 ha dan sudah melebihi daya dukungnya yang luas idealnya hanya 44,84 ha. Hasil analisis kualitas air menunjukkan bahwa kandungan amonia di perairan tambak Desa Lawallu sudah melebihi baku mutu. Penggunaan teknologi budidaya yang bijak, manajemen kualitas air yang baik, dan pengelolaan air limbah adalah kunci untuk mencapai produktivitas berkelanjutan. Kata kunci: Udang Vaname, Daya Dukung, Kualitas Air
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |