Abstract
Penelitian ini membahas peran Community Based Tourism (CBT) dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok Tengah, sebuah desa yang berhasil bertransformasi dari kawasan pertanian dan bekas tambang menjadi destinasi eco-tourism berbasis komunitas. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menggali dinamika partisipasi masyarakat, strategi perencanaan, dan mekanisme pengelolaan pariwisata melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa penerapan CBT di Bilebante berkontribusi signifikan terhadap tiga pilar keberlanjutan: ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan. Dari aspek ekonomi, masyarakat memperoleh manfaat melalui pengembangan homestay, Pasar Pancingan, usaha mikro, serta kegiatan agrowisata yang meningkatkan pendapatan rumah tangga. Dari aspek sosial-budaya, CBT memperkuat kohesi sosial, meningkatkan peran perempuan dan pemuda, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai lokal. Sementara itu, dari aspek lingkungan, praktik eco-tourism mendorong konservasi lahan pertanian, pengelolaan sampah, dan rehabilitasi ekosistem desa. Kendati demikian, penelitian ini menemukan tantangan berupa keterbatasan kapasitas SDM, distribusi manfaat yang belum merata, serta promosi digital yang masih lemah. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa CBT merupakan pendekatan efektif untuk mencapai pariwisata berkelanjutan, sekaligus memberikan pijakan bagi penguatan tata kelola komunitas dan kebijakan pengembangan desa wisata di masa mendatang.
Concepts :
SDGs
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2026 | 0 |