Abstract
Di tengah gelombang era digital dan globalisasi yang kian deras, pemahaman dan penghayatan nilai-nilai kebangsaan menghadapi tantangan serius, terutama di kalangan Generasi Z. Kelompok ini, yang secara alami tumbuh dengan teknologi digital, sangat rentan terhadap infiltrasi informasi global yang berpotensi mengikis patriotisme dan wawasan kebangsaan mereka. Studi ini mendokumentasikan sebuah inisiatif pengabdian masyarakat yang berupaya membentengi dan menguatkan wawasan kebangsaan serta semangat nasionalisme pada Generasi Z di Desa Penujak, Kabupaten Lombok Tengah. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan; ia merepresentasikan sebuah lanskap di mana nilai-nilai tradisional berinteraksi, bahkan beradu, dengan arus modernisasi dan pengaruh global, khususnya yang dipicu oleh sektor pariwisata dan dominasi media digital. Dalam implementasinya, kami mengadopsi pendekatan partisipatif, mengintegrasikan metode penyuluhan, diskusi kelompok terarah (FGD), serta lokakarya interaktif. Desain kegiatan ini bertujuan melampaui sekadar transfer informasi; ia menitikberatkan pada pembentukan kesadaran kritis dan pembekalan keterampilan praktis agar para pemuda mampu menghadapi dinamika kebangsaan di abad ini. Hasil kegiatan memperlihatkan adanya lonjakan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap empat pilar kebangsaan. Lebih jauh, program ini berhasil menumbuhkan motivasi mereka untuk berperan aktif sebagai duta nasionalisme di ranah digital. Para peserta kini lebih cakap dalam mengidentifikasi konten digital yang merusak dan termotivasi untuk aktif mempromosikan kekayaan budaya lokal sebagai manifestasi konkret dari cinta tanah air. Sebagai konklusi, program pengabdian yang menggunakan pendekatan partisipatif dan adaptif terhadap karakteristik Generasi Z terbukti sangat efektif dalam menginternalisasi kembali esensi nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2025 | 0 |